Dimanapun itu, kapanpun itu
Kelembutanmu masih saja melekat
Hingga relung jiwaku
Banyak yang kusesali
Tatkala kau tak lagi hadir di pelupuk mata
Namun jiwamu, masih saja erat, lekat
Pun telah terpatri
Tak lagi dapat kupeluk raga nan nyata
Hanya tetesan mata
Dengan ukiran senyum penuh bahagia
Selalu kupanjatkan pada-Nya
Agar kau dan aku tenang
Agar kau kembali dalam rengkuhanku
Sekalipun alam pisahkan kita
Aku tidak sedang tergores
Pun aku tak lagi terluka
Mungkin karena perpisahan
Ajariku ikhlas, tawakkal
Tetap tegar hadapi reruntuhan
Hatiku sangatlah lunak
Hingga ku tak dapat lagi menolak
Bahwa kaulah yang sempurna
Duniaku tak seindah sekarang, mungkin
Karena semua adalah atas kehendak-Nya
Pintaku, agar kau tak pernah pergi
Dari lantunan doa pada setiap sujudku
Entah dimana keberadaanku
Selalu kutengadahkan
Untuk memohon pada-Nya
Agar kau tetap ada
Terima kasih atas hadirmu
Yang sangat singkat didepan mata
Tetapi, kau akan tetap abadi
Didalam hati
Menyatu, bersatu padu, terpatri
Dalam satu nurani
Tetap kusemogakan
Agar kau selalu tersenyum
Pun tenang disisi-Nya
Demak, 08-11-2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar